Matsama_Ekoteologi_MTs N 5 BOJONEGORO


Ekoteologi adalah konsep yang menggabungkan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam kegiatan menanam. Kegiatan menanam dalam konteks ekoteologi bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan perwujudan tanggung jawab spiritual dan moral terhadap alam semesta. Dengan menanam pohon, umat manusia tidak hanya berupaya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjalankan perintah agama untuk menjadi khalifah yang menjaga bumi.
-
Tanggung Jawab Keagamaan:
Ekoteologi menekankan bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman. Manusia dipandang sebagai khalifah di bumi yang bertugas memelihara dan melestarikan lingkungan ciptaan Tuhan.
-
Aksi Nyata:
Menanam pohon menjadi wujud nyata dari kepedulian terhadap lingkungan, bukan hanya sebatas wacana. Aksi ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
-
Pendidikan Lingkungan:
Melalui kegiatan menanam, masyarakat diajak untuk lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran akan dampak perubahan iklim, pelestarian ekosistem, dan manfaat langsung dari keberadaan pohon.
-
Integrasi Nilai Agama dan Ekologi:Ekoteologi membantu menyatukan nilai-nilai agama dengan kepedulian ekologis, sehingga ajaran agama tidak hanya bersifat transenden tetapi juga memiliki dampak nyata bagi kehidupan di bumi.